nurma's blog

my experience

Ketika korupsi jadi Kebanggaan Maret 21, 2007

Diarsipkan di bawah: coretan — nurma @ 2:27 am

Sudah hampir sepuluh tahun yang katanya masa reformasi. Konon negeri ini adalah negeri yang gemah ripah loh jinawi. Negeri yang makmur dengan kekayaan alam yang melimpah. Konon katanya negeri ini akan menjadi negeri yang ramah, punya tata krama dengan budaya ketimurannya. Konon, negeri ini akan menjadi negeri yang disegani diwilayahnya.. Tapi apa yang kita rasakan saat ini, semakin hari semakin banyak luka yang kita rasakan. Tak ada upaya untuk menyembuhkannya. Semakin perih dan semakin sesak rasanya.
Entah sampai kapan negeri ini akan bisa bangkit kembali. Sepuluh tahun yang lalu, yang katanya reformasi. Katanya negeri kita akan berbenah diri, menata kembali apa yang membuat negeri ini jatuh ke tingkat yang paling bawah. Kita dijanjikan akan adanya perubahan, tapi kenapa perubahan itu tak kunjung tiba? Mungkin benar perubahan itu ada, buktinya saudara-saudara kita berani bersuara setelah sekian lama bungkam.
Tapi apakah suatu perubahan, jika para koruptor juga semakin berani memperlihatkan kerakusannya, apakah suatu perubahan jika para penguasa semakin berani menindas rakyatnya. Apakah suatu perubahan jika penguasa semakin bangga dengan keangkuhannya. Kadang-kadang kita ga habis fikir, kenapa bisa begitu? Apakah tak ada lagi hati nurani pada mereka.
Tapi coba kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari kita, seringkali kita dengar teman-teman kita, atau bahkan bapak-bapak kita yang dengan bangganya menceritakan tentang kenakalannya dulu di waktu muda. Ada yang dengan bangga menceritakan kalo dia berhasil mengerjai gurjnya dengan mengempesi ban sepeda gurunya, ada yang dengan bangga menceritakan bahwa dia pernah membohongi ibunya dengan biaya-biaya tambahan sekolah hanya untuk janji dengan pacarnya.
Apakah kenakalan-kenakalan seperti ini layak dibanggakan. Saya amat sangat perihatin, apalagi kalo sampai ada seorang guru yang dengan bangga menceritakan kejahilan-kejahilannya waktu menjadi pelajar dulu. Apakah ini sesuatu yang wajar / normal.
Manusia normal (yang punya hati nurani) tentu malu kalo melakukan kesalahan, apalagi dengan sengaja berbuat salah. Apalagi kalo sampai menceritakannya ke orang lain, muridnya. Apakah anda sering melakukannya?
Itulah yang terjadi di negeri, pejabat negara bangga karena menjadi koruptor, wakil rakyat karena melakukan pornoaksi. Siswa yang bangga karena telah sukses ulangan karena kecanggihan ilmu menyonteknya. Atau kita, guru yang konon mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang baik justru bangga dengan kejahilan-kejahilan di masa lalu.
Kalo seluruh komponen bangsa sudah bertindak keluar jalur manusia normal, lalu mau jadi apa negeri ini? Banggakah negeri kita menjad negeri termiskin di dunia? Banggakah kita menjadi negeri yang berperadaban paling rendah sejagad raya?

 

Leave a Reply